rss
Bersuara Pada Yang Berhak, Berkata Pada Diri Sendiri, Lalu Diam Kepada Yang Lainnya, Lalu Biarkan Seleksi Tuhan Bekerja Pada Hati Setiap Orang >
twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

Arjuna

Arjuna adalah anggota keluarga pandawa yang ketiga, putra prabu pandu dan bernama juga Dananjaya, Panduputra  dan lain-lain. Sesudah dewasa umumnya dia disebut Janaka. Pamade Sakti, oleh karena sebagian kesaktian Hyang Wisnu jatuh padanya, sedang yang sebagian lagi jatuh kepada Prabu Kresna. Pamde bisa terbang diangkasa, menghilang ditempat terang dan lain-lain.
Ia juga mempunyai bermacam - macam senjata sakti. istri-istrinya tak terbilang jumlahnya, sehingga menjadilah peribahasa dalam bahasa jawa untuk mempersamakan seseorang yang beristri lebih dari seorang atau yang berulang - ulang kawin dengan Arjuna. Tetapi setengah orang berkata, bahwa apa yang dilakukan Pamade itu hanyalah perlambang, oleh karena itu para Dewa pun ia dianggap laki-laki yang paling jantan, selain arti pahlawan. Maka beristrilah dia dimana-mana, untuk membuktikan, bahwa laki-laki dimana - mana seperti perempuan saja. Raja - raja, pendeta-pendeta, samapai-sampai dewa pun meminta bantuan kepadanya.
Arjuna mempunyai cacat, tangan kanannya berjari telunjuk dua. Jari telunjuk yang sebelah berasal dari Raja Negara Paranggelung, Prabu Palgunadi yang oleh Dahyang Durna, yakni guru Palgunadi, diminta supaya melepas cincinnya dari jari telunjuknya, hingga menyebabkan putusnya
jari itu. Kemudian cincin beserta jari diserahkan pada Arjuna dan sesudah ditempelkan pada tangan Arjuna, tak bisa lepas lagilah jari dari cincin itu. Cincin tersebut  menambah kesaktian Arjuna , oleh karena matanya yang bernama Mustika Ampal besar hikmatnya. Arjunalah yang menghasilkan keturunan raja-raja hingga akhir zaman Purwa dan seterusnya. Perkawinan Arjuna dengan Dewi Wara Sumbadra dirayakan secara besar-besaran dengan dihadiri para Dewa, sesuatu yang belum pernah terjadi selama zaman Purwa.
Di dalam perang Baratayudha, Arjuna berperang dengan Adipati Karna. Berat rasa hati Arjuna, oleh karena ia berhadapan dengan saudara tua dari satu ibu, tapi lain bapak. Kemasgulan ini dapat dihilangkan oleh Prabu Kresna, dan majulah Arjuna ke medan perang untuk melawan Karna, saudaranya yang sangat dihormatinya, hingga tewaslah karna di dalam peperangan itu. 
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar